Friday, April 26, 2013

introspeksi #lagi

Melihat perputaran jam yang menunjukan pukul 02.12 pagi dihari Jumat yang berkah ini (Insya Allah). membuat gue berpikir.

"kenapa kalau mengerjakan tugas, paper, presentasi, hingga belajar itu harus jadi deadliner?"
"dengan kondisi seperti sekarang, apakah pantas pada bulan April 2010 kemarin  diterima di UGM? atau hanya kesenangan/euforia sesaat mengingat tingginya harapan orang tua kepada anak sulungnya ini?"
"apakah menunggu itu menyenangkan? atau hanya klise untuk mengalihkan perhatian seketika saja?"
"kenapa pas ada lowongan gak daftar? bahkan 2 kali"


dan hanya ini yang bisa di jawab.

"semua ada waktunya. gak usah ngoyo atau ngotot dalam hal karena semua udah digariskan dan diberikan rezekinya masing masing".

"kesempatan gak akan datang kedua kalinya."
"itu cuma alasan aja buat menghindar"


atau


belum pantaskah gue menjadi seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang baik? atau hanya hoki belaka?



teringat akan perkataan seorang sahabat, "mungkin belum sekarang waktunya. usaha dalam membuktikan dan memantaskan diri untuk sesuatu yang berharga itu penting, buahnya akan terlihat pada hasil yang akan dicapai. jika belum pasti, kemungkinan besar memang tidak atau belum pantas"

Tuesday, April 23, 2013

Jleb moment #1

"Ril mending itu bunga kamu beli buat aku aja daripada dikasih ke yang lain kan?"
#ugh #heartattack #dafuqq


yap kejadian tersebut pas banget hari sabtu jam 20.00 di KM 0 Kota Yogyakarta dimana tempat itu lagi menjual diri dalam bentuk bunga dan banyak yang bermasyuk ria dengan pasangannya masing masing,

Tuesday, April 9, 2013

Curi curi waktu.........

Sebenarnya agak kurang kerjaan juga sih ngepost seperti ini. Disaat besok ujian jam setengan delapan pagi, trauma akan kesiangan dan gak ikut ujian, menunggu kekalahan MU, atau terlalu PD-nya gue buat ujian besok. 

disisi lain kalau gak dipost, dituangkan, atau di tumpahkan itu masih ada geregetan. ya disimak aja ya #CMIIW



Beberapa hari ini terasa lumayan bosen juga bahwa berita media massa cetak + digital dihiasi satu berita yang cukup "wah" yaitu "Pelaku pengeroyokkan LP Cebongan adalah oknum anggota Kopassus". Tapi kalau boleh jujur lebih bosen dan agak memecahkan bola mata *lebay* yaitu komentar-komentar beberapa teman yang agaknya kurang pantas jika diucapkan oleh yang katanya seorang MAHASISWA, dan banyak diantara mereka yang bangga akan status mereka sebagai aktivis kampus.
Nah! kalau gitu sampai ada BIN atau intel dan kedapatan dapat cercaan seperti ini? efek terhadap SBY mungkin akan lebih besar ketimbang efek kerbau demo kemarin. pencemaran nama baik juga bisa kena.

bukan mau menghina atau apapun yang berbau menjatuhkan nama baik pihak lain/orang lain. Ini sebagai  contoh aja sih sebenarnya. kebebasan berpendapat memang menjadi salah satu hak asasi manusia, kalau gini caranya apa dibenerin juga.


#OutofTopic

"A moment 
A love
A dream
A loud
A kiss
A cry
Our rights
Our wrongs"
Sweet Disposition - Temper Trap

Secara shuffle di bagian most played song terputar lagu tersebut. teringat akan jaman jaman jahiliyah dulu yaitu ...... PES 2011 :)

Tuesday, March 26, 2013

untitled #1

 

  "But it was just my imagination"
Craig David - Just My Imagination

Tuesday, March 19, 2013

it were too soon to say.

Tepatnya pertengahan pergantian tanggal semalam secara kebetulan sekali ada BBM yang masuk ke handphone gue yang ternyata 2 pesan ini masuk






Jelas sekali ini terlalu cepat hal tersebut diucapkan ke gue. Tapi, beginilah mungkin semangat orang tua kepada anaknya yang sedang merantau beda propinsi.

TERIMA KASIH :)

Tuesday, March 12, 2013

gratis? serius banget nih?! (terakhir)

haiaaaah akhirnya ada kembali untuk menulis ini lagi.
bismillah semoga bermanfaat bagi yang membaca.

    Sebenarnya gratis mereka para politikus yang terkadang gak ngerti main asal caplok sistem negara luar dan diterapkan di Indonesia sendiri, bahkan di provinsi/kabupaten yang ada. contoh: yang seperti udah diketahui layak umum bahwa negara negara skandinavia (swiss, swedia, finlandia, dsb) punya tingkat happiness index yang sangat tinggi, tahukah mengapa? karena fasilitas publik yang digunakan itu semua gratis tis tis dari mulai kesehatan, pendidikan, transportasi umum gratis. gimana gak happy warga disana coba? namun disisi lain ada hal yang mungkin gak diketahui khalayak umum yaitu tingkat pajak yang dipungut oleh pemerintah negara masing masing mencapai 50-70%. gimana gak warganya pengen kerja keras dengan tingkat pajak seperti itu? tapi pajak itu gak akan berlaku ketika mereka sudah menginjak masa jompo dimana seluruh kebutuhan hidup mereka akan ditanggung oleh negara. nikmat sekali bukan? sangatlah nikmat. gimana jika diterapkan di Indonesia? bisa? jelas bisa jika, para pembayar pajak di Indonesia itu tertib semua, coba bayangkan dari sekitar +- 250 juta penduduk Indonesia yang bayar cuma 22 juta penduduknya? kurang dari sepuluh persen dari penduduknya dan dari penduduk yang 250 juta itu minta segala asuransi yang dibayar dari kas pemerintah dan segala jaminan apapun yang di berakibat buruk dimata masyarakat.
  
    Disisi lain para cecerut tikus kelas kakap juga mulai bermain main dengan uang negara. ada yang salah dengan sistem kenegaraan yang cukup fatal dan tidak dibuat dalam satu aturan resmi tentang perpolitikan dari partai yaitu sistem keuangan partai dimana (menurut gue) adalah hal yang paling krusial mengapa? ini sebenarnya harus dijelaskan, mungkin diterbitkan ke publik agar mereka dapat mengaksesnya setelah dilakukan oleh audit oleh akuntan publik dan ini bisa menjelaskan aliran dana partai dalam kancah politik di Indonesia berasal darimana dan digunakan oleh apa saja, ketika memasuki acara tahunan politik aliran dana keluar partai terus menerus dikuras untuk menggapai kursi legislatif dan eksekutif. nah! setelah masa pelantikan dan masa jabatan 2 hingga 3 tahun kemudian kembali anggota eksekutif dan legislatif ada saja yang terpuruk masalah masalah akibat penggelapan, mark up, atau apapun itu yang berurusan dengan hukum karena ketika mereka berkampanye mengeluarkan dana yang besar dan mau tidak mau dana tersebut harus balik kembali ke kantong para individu individu atau ke kantong partai demi menghidupi kebutuhan harian partai dan ini merupakan (mungkin) agenda terselubung banyak partai demi meraih kekuasaan untuk memenuhi kebutuhan perut mereka saja.

   kalau gini caranya Indonesia belum bisa mendaratkan menjadi negara yang berdasar walfare state dimana dengan segala kebutuhan publik gratis, karena selain APBN yang tergolong kecil untuk menghidupi kebutuhan publik yang alokasinya super ngawur ditambah dengan kebijakan para policy maker yang cukup super juga membuat negeri ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bangkit kembali menjadi salah satu kekuatan Macan Asia seperti sebelum 1997.

Saturday, March 2, 2013

Quote of the day



"dalam canda terkadang terselimut sejuta harapan"