Saturday, January 2, 2016

best 2015!


Biar Sedikit Kekinian, 2015 best of mine, based on instagram.#LOL

Tahun ini merupakan salah satu kondisi naik turun taraf kehidupan..... gimana enggak dari mulai stress daftar ini itu, nyampingan proyek, bela-belain jakarta - jogja demi daftar gawean, mudik yang akhirnya udah kerja, sampe jalan jalan bareng sama oranag cabang gratis!....

rulesnya 1 itu dari kiri atas 4 kanan bawah dan 9 kanan bawah...

no. 1 dan 3. Mari menikmati rasanya jadi pengangguran. begitulah petuah dari teman sejawat yang sudah mendapatkan kerja terlebih dahulu. nyatanya do enjoy! karena baru memasuki 1 bulan pertama. kegiatan dimulai dari tukang ojek (re: antar si bontot) hingga melunturkan lemak dengan sunlight!. belajar kembali dimulai dari youtube hingga tanya orang untuk sekedar jeprat jepret slr.

mari meloncat ke nomer 7!. Akhirnya setelah merangak merengek kesana kemari untuk gimana kek biar dapet duit tanpa harus balik ke kampus (culas parah). walaupun cuma seminggu diminta untuk megang dua provinsi dan hasilnya,,, alhamdulillaah

nomor 2 dan nomor 8. akhirnya saya mulai tidak betah dengan kondisi nganggur plek! adanya jobfair di jogja, sambil menyelam minum air, langkah terbaik sekalian kabur! kangennya dengan jogja yang tidak tertahankan ini melebaikan susana saat dateng. kalau jogja ini orang bisa kali di emek emek. saking terlalu banyaknya setiap sudut kota meninggalkan kenangan. #hiperbola

nomor 9! akhirnya mudik 2015 dengan satu keinginan tercapai! dapet kerja sebelum pulang ke tanah kelahiran. sad story dalam foto ini yaitu "mas, katanya udah kerja ya? minta unjungnya (tradisi lebaran bagi yang sudah kerja atau sudah berkeluarga memberikan sejumlah uang kepada keluarga terdekatnya) manaa?" kondisi sudah kerja belum waktunya gajian... sedih parah!

nomor 5 dan 6..  bertemu orang baru, metode baru, tempat baru, dan di ikat selama 5 tahun! mari dinikmati!. jalur kereta gondangdia-pasarminggu, tanah abang-pasar minggu, serta sudirman-pasarminggu...... welcome to the jungle, PEPES MANUSIA!

the last! nambah 4! jalan ke pulau harapan (yang dulu pernah ada). mulai nyaman dengan kondisi kerja. alhamdulillah untuk 2015!



Sunday, August 30, 2015

korelasinya dimana?

Tetiba saja teringat akan salah satu petuah dosen favorit...

"Sejak kapan Indonesia mempunyai nenek moyang seorang petani? dari lagu-pun sudah dijelaskan identitas bahwa nenek moyang Indonesia merupakan seorang pelaut. mau bukti? masih ingatkah dengan penggalan lagu seperti ini:"

"Nenek Moyangku seorang pelaut
Nenek moyangku orang pelaut
Gemar mengarung luas samudra
Menerjang ombak tiada takut
Menempuh badai sudah biasa

Angin bertiup layar terkembang
Ombak berdebur di tepi pantai
Pemuda b'rani bangkit sekarang
Ke laut kita beramai-ramai"


Nah! kenapa dari kegiatan ekonomi selama ini yang telah dijalankan, kemana sektor lautnya?


ini hanya iseng belaka. tapi hal tersebut terjadi demikian.

Wednesday, August 26, 2015

karena semuanya terasa berbeda

Begini ceritanya...

Secara logika manusia ada beberapa hal yang menjadi batasan - batasan yang gak akan bisa dicapai dengan usaha sekeras apapun. bahasa kampungnya bikin plan dengan best and worst scenario....

namun disisi lain ada yang lupa, kalau kata SHM,,,

dont you worry child
see heaven's got plan(s) for you

kalimat yang menyentuh hari ini yaitu,

kita boleh saja merencanakan apa yang akan kita inginkan dalam waktu beberapa tahun, wajar sebagai manusia. Tapi, ingat setiap kehidupan ini matematika Tuhan-lah yang akan menentukan semuanya, tentunya dengan usaha keras juga.

Saturday, January 24, 2015

Fase baru

When you got only hundred year to live.

22 ... I'm alright with you

22 ... There's never a wish better than this.



And i'm 22 for a moment...



Yap salah satu stage dari alurnya kehidupan sudah terlewati.. lantas apa selanjutnya?


Fase baru ...




sebuah keadaan dimana hal tersebut akan terus diulang ketika memasuki fase baru...



lantas apa selanjutnya?



What Kind of The World Do You Want?




just be careful what you wish for, Ril


Monday, June 16, 2014

Gak Terlihat tapi Butuh





Ini merupakan sesuatu perkara yang pelik. mungkin teramat pelik bagi mahasiswa yang hingga akhir ini belum mendapatkan kepastian kapan gelar itu akan berujung di belakang namanya...

Umur yang terus bertambah, mempunyai korelasi yang searah pula dengan beban tanggung jawab yang harusnya segera dan pasti akan dipikul, diemban, hingga masanya akan kembali menjadi...


menjadi tanah.


Teringat kata orang akan iman seorang ayah tidak akan turun kepada anaknya. Percaya atau tidak, inilah yang terjadi saat ini, bukan untuk menjadi murtad atau melenceng akidahnya tapi untuk melanggar hal hal sepele seperti sholat mepet dan tak terasa lamanya menyentuh kitab suci. Duh!

Entah sebuah teguran atau peringatan, disaat badan lelah dan tertidur, seperti keadaan orang mati namun seperti kejadian yang nyata. Banyaknya manusia yang ada dengan penggolongan amal dan ini membuat gue sebagai salah satu umat yang sedang melenceng sedikit takut. ngerik! gak bohong sama sekali. justru dikira udah meninggal. mau bangun kembali sadar itu gak bisa. ah sudah pasrah saja.

"waktumu belum sekarang"


dan tersadar dengan kasur yang banjir keringat dan baju yang basah kuyup......








ini bukanlah sekedar fiksi atau fantasi tapi bener terjadi dengan keadaan gue yang (sepertinya) demikian memarah dengan keadaan di Jogja. Ingin rasanya segera pulang






Friday, May 30, 2014

dan akhirnya pun ditinggal....

Mungkin itu yang belum terpikirkan oleh gue...
bagaimana rasanya...
rasanya ditinggal...
ya ditinggal....
ditinggal nikah oleh perempuan karena...
karena...
nikah.....

Ini sebenarnya bukanlah pengalaman pribadi, tapi ketika teman mengalami hal ini membuat gue berpikir bahwa "Oh gini toh rasanya ditinggal nikah" mungkin dipostingan gue sebelumnya sempat menyebutkan "keep your head up".

rasionalnya gak akan semudah itu kalau dilakukan, apalagi kalau udh deket lama. menurut sumbernya (ini bukan pengalaman pribadi lho) sakit banget men, mending patah hati ketimbang ditinggal nikah.

"kawiin.. kawiin.... aku ditinggal kawiin.... kawin... aku ditinggal kawin..."
project pop - kawin (dengan sedikit perubahan)
"pernakah kau berfikir bahwa hidupmu tidak adil karena engkau merasa kecewa karena hal yang kecil kau anggap besar saat kan hidup ini berakhir"
Maliq & D'Essential - Dunia Sekitar

mungkin apa yang dia lakukan ketika permasalahan itu datang ke gue mungkin gue akan melakukan hal yang sama, yaitu menyepi. karena ketika hal tersebut terjadi, pikiran rasional seorang lelaki ini akan berhenti bekerja dan akan dipenuhi oleh perasaan kecewa (katanya laki-laki itu berkahi 9 logika dan 1 perasaan)..

Harapan gue saat ini pun semoga teman gue cepat mendapatkan penggantinya kalau bahasa gaul sih ngomong "move on"..


(Ya Tuhan malah ngomongin move on, padahal gue aja susahnya minta ampun)..




Tuesday, April 29, 2014

Seharusnya yaa begini.. (part 2)

Dari Banda Aceh hingga Tanah Papua
kita semua bersaudara.

Begitulah kutipan lagu kampanye partai kuning yang semakin sering mengiklankan dirinya di stasiun TV. (mungkin udah enggak haha)

Q: "Ada yang salah?"
A: "Absolutely not!"

Karena kami adalah Bangsa Indonesia, bukanlah bangsa Muslim, Jawa, Sunda, Kalimantan, Sumatera. tapi Indonesia.


sedikit sensian ketika pembukaan sesi pertanyaan di acara Mata Najwa "Dari Jogja Untuk Bangsa" yang salah satu pertanyaannya yang ditujukan ke salah satu panelis, Mahfud M.D

"bagaimana sikap bapak tentang Indonesia yang sebagian besar mayoritas memeluk agama islam?"

Saya memeluk agama islam, tapi gak begini caranya. sangat mengerti bahwa mayoritas itu islam, bagaimana yang minoritas?

sedih banget kalau masih banyak cara berpikir seperti itu.